Sabtu, 22 Januari 2011

CERITA SEDIH

Aku punya sahabat, sebut saja namanya Pita. Ketika masih kuliah, aku mengenalnya sebagai seorang yang berotak cemerlang. Universitas mengirimnya ke negeri bunga Tulip untuk mempelajari hukum internasional di Universitas Utrecht, sedangkan aku memilih menyelesaikan pendidikanku di bidang kedokteran. Pita terus mengejar impiannya hingga suatu saat ia mendapatkan seorang suami yang sama-sama berprestasi. Bertepatan dengan diangkatnya Pita menjadi staf diplomat dan selesainya suaminya meraih gelar doktor, lahirlah seorang anak laki-laki buah cinta mereka, Eka namanya. Pita semakin sibuk dengan pekerjaannya sedangkan Eka baru berumur 6 bulan. Pita sangat sering meninggalkan Eka pergi dari satu kota ke kota lain, bahkan dari satu negara ke negara lain.


Aku pernah bertanya kepadanya, "Bukankah Eka masih terlalu kecil untuk ditinggalkan ?" "Tidak, aku sudah mempersiapkan segalanya dan semua pasti berjalan baik", jawab Pita.

Di bawah perawatan baby-sitter dan pengawasan kakek-neneknya, Eka tumbuh menjadi anak yang cerdas dan lincah. Kakek neneknya tidak pernah lupa menceritakan kepada Eka akan kehebatan kedua orang tuanya yang telah menjadi kebanggaan mereka semua. Meskipun kedua orang tuanya begitu sibuk, namun Eka bisa memahami kesibukan mereka.

Suatu hari, Eka pernah meminta seorang adik kepada kedua orang tuanya. Kedua orang tuanya menjelaskan tentang kesibukan mereka yang belum memungkinkan untuk memberikan Eka seorang adik. Kali ini, Eka lagi-lagi mengerti kondisi orang tuanya. Karena sikap Eka yang begitu pengertian dan dewasa, Pita menyebutnya "malaikat kecil". Meskipun kedua orang tuanya sering pulang larut malam, namun Eka tetap bersikap manis dan tidak ngambek. Karena kemanisan sikap Eka, aku pernah mengimpikan seorang anak sepertinya.

Pagi yang cerah di hari itu, entah kenapa Eka tidak mau dimandikan oleh baby sitternya. "Eka ingin mama yang memandikan", katanya.

Pita yang setiap hari berpacu dengan waktu tentu saja menjadi gusar. Eka mengajukan permohonan yang sama selama kurang lebih seminggu, tetapi Pita dan suaminya tidak begitu peduli. "Mungkin ia sedang dalam masa peralihan sehingga ia minta perhatian yang lebih", pikir mereka.

Sampai suatu sore, aku dikejutkan oleh telepon Ida, sang baby sitter. Ada kepanikan di dalam suaranya, "Bu dokter, Eka sakit demam dan kejang-kejang. Sekarang ia di UGD".

Tanpa pikir panjang aku langsung menuju UGD, tetapi semua sudah terlambat. Tuhan telah memanggil Eka, malaikat kecil yang lincah, pintar dan pengertian. Saat kejadian, mamanya sedang meresmikan kantor barunya.

Dalam keadaan terpukul, Pita pulang ke rumah dan satu-satunya yang ingin ia lakukan adalah memandikan malaikat kecilnya Eka. Keinginan untuk memandikan Eka memang tercapai, walau dalam keadaan tubuh yang terbujur kaku. Ia memandikan Eka diiringi deraian air mata dan rintihan pedih, "Ini mama sayang ... mama yang memandikan Eka".

Tubuh kecil Eka telah tertimbun tanah, tetapi kami masih berdiri membisu disana. Aku membiarkan Pita mengucapkan kata-kata yang bisa menghibur dirinya sendiri atas kepergian Eka-nya. Hening sejenak, sebelum Pita akhirnya tertunduk, "Bangun Eka, mama mau mandikan Eka, berikan mama kesempatan sekali lagi, Ka ..."

Rintihan itu begitu menyayat kalbu, tapi semua sudah terlanjur. Penyesalan selalu datang terlambat dan kesempatan yang sama tidak akan pernah terulang.

oleh : rafika tria meiliana sari

Jumat, 21 Januari 2011

SAHAAABAT ƪ(˘⌣˘)ʃ ƪ(˘⌣˘)ʃ ƪ(˘⌣˘)ʃ


Ketika dunia terang, alangkah semakin indah jikalau ada sahabat disisi. Kala langit mendung, begitu tenangnya jika ada sahabat menemani. Saat semua terasa sepi, begitu senangnya jika ada sahabat disampingku. Sahabat. Sahabat. Dan sahabat.   Ya, itulah kira-kira sedikit tentang diriku yang begitu merindukan kehadiran seorang sahabat. Aku memang seorang yang sangat fanatik pada persahabatan. Namun, sekian lama pengembaraanku mencari sahabat, tak jua ia kutemukan. Sampai sekarang, saat ku telah hampir lulus dari sekolahku. Sekolah berasrama, kupikir itu akan memudahkanku mencari sahabat. Tapi kenyataan dengan harapanku tak sejalan. Beragam orang disini belum juga bisa kujadikan sahabat. Tiga tahun berlalu, yang kudapat hanya kekecewaan dalam menjalin sebuah persahabatan. Memang tak ada yang abadi di dunia ini. Tapi paling tidak, kuharap dalam tiga tahun yang kuhabiskan di sekolahku ini, aku mendapatkan sahabat. Nyatanya, orang yang kuanggap sahabat, justru meninggalkanku kala ku membutuhkannya.   “May, nelpon yuk. Wartel buka tuh,” ujar seorang teman yang hampir kuanggap sahabat, Riea pada ‘sahabat’ku yang lain saat kami di perpustakaan.   “Yuk, yuk, yuk!” balas Maya, ‘sahabatku’. Tanpa mengajakku   Kugaris bawahi, dia tak mengajakku. Langsung pergi dengan tanpa ada basa-basi sedikitpun. Padahal hari-hari kami di asrama sering dihabiskan bersama. Huh, apalagi yang bisa kulakukan. Aku melangkah keluar dari perpustakaan dengan menahan tangis begitu dasyat. Aku begitu lelah menghadapi kesendirianku yang tak kunjung membaik. Aku selalu merasa tak punya teman.   “Vy, gue numpang ya, ke  kasur lo,” ujarku pada seorang yang lagi-lagi kuanggap sahabat.   Silvy membiarkanku berbaring di kasurnya. Aku menutup wajahku dengan bantal. Tangis yang selama ini kutahan akhirnya pecah juga. Tak lagi terbendung. Sesak di dadaku tak lagi tertahan. Mengapa mereka tak juga sadar aku butuh teman. Aku takut merasa sendiri. Sendiri dalam sepi begitu mengerikan. Apa kurangku sehingga orang yang kuanggap sahabat selalu pergi meninggalkanku. Aku tak bisa mengerti semua ini. Begitu banyak pengorbanan yang kulakukan untuk sahabat-sahabatku, tapi  lagi-lagi mereka ‘menjauhiku’.    “Faiy, lo kenapa sih ? kok nangis tiba-tiba,” tanya Silvy padaku begitu aku menyelesaikan tangisku.   “Ngga papa, Vy,” aku mencoba tersenyum. Senyuman yang sungguh lirih jika kumaknai.   “Faiy, tau nggak ? tadi gue ketemu loh sama dia,” ujar Silvy malu-malu. Dia pasti ingin bercerita tentang lelaki yang dia sukai.    Aku tak begitu berharap banyak padanya untuk menjadi sahabatku. Kurasa semua sama. Tak ada yang setia. Kadang aku merasa hanya dimanfaatkan oleh ‘sahabat-sahabatku’ itu. Kala dibutuhkan, aku didekati. Begitu masalah mereka selesai, aku dicampakkan kembali.    “Faiy, kenapa ya, Lara malah jadi jauh sama gue. Padahal gue deket banget sama dia. Dia yamg dulu paling ngerti gue. Sahabat gue,” Silvy curhat padaku tentang Lara yang begitu dekat dengannya, dulu.   Sekarang ia lebih sering cerita padaku. Entah mengapa mereka jadi menjauh begitu.    “Yah, Vy. Jangan merasa sendirian gitu dong,” balasku tersenyum. Aku menerawang,” Kalau lo sadar, Vy, Allah kan selalu bersama kita. Kita ngga pernah sendirian. Dia selalu menemani kita. Kalau kita masih merasa sendiri juga, berarti jelas kita ngga ingat Dia,” kata-kata itu begitu saja mengalir dari bibirku.   Sesaat aku tersadar. Kata-kata itu juga tepat untukku. Oh, Allah, maafkanku selama ini melupakanmu. Padahal Dia selalu bersamaku. Tetapi aku masih sering merasa sendiri. Sedangkan Allah setia bersama kita sepanjang waktu. Bodohnya aku. Aku ngga pernah hidup sendiri. Ada Allah yang selalu menemaniku. Dan seharusnya aku sadar, dua malaikat bahkan selalu di sisiku. Tak pernah absen menjagaku. Kenapa selama ini aku tak menyadarinya? Dia akan selalu mendengarkan ‘curhatanku’. Dijamin aman. Malah mendapat solusi.   Silvy tiba-tiba memelukku.   “Sorry banget, Faiy. Seharusnya gue sadar. Selama ini tuh lo yang selalu nemenin gue, dengerin curhatan gue, ngga pernah bete sama gue. Dan lo bisa ngingetin gue ke Dia. Lo shabat gue. Kenapa gue baru sadar sekarang, saat kita sebentar lagi berpisah…” Silvy tak kuasa menahan tangisnya.   Aku merasakan kehampaan sejenak. Air mataku juga ikut meledak. Akhirnya, setelah aku sadar bahwa aku ngga pernah sendiri dan ingat lagi padaNya, tak perlu aku yang mengatakan ‘ingin menjadi sahabat’ pada seseorang. Bahkan malah orang lain yang membutuhkan kita sebagai sahabatnya.   Aku melepaskan pelukan kami.   “ Makasih ya, Vy. Ngga papa koki kita pisah. Emang kalau pisah, persahabatan bakal putus. Kalau putus, itu bukan persahabatan,” kataku tersenyum. Menyeka sisa-sisa air mataku.   Kami tersenyum bersama. Persahabatan yang indah, semoga persahabatan kami diridoi Allah.   Sahabat itu, terkadang tak perlu kita cari. Dia yang akan menghampiri kita dengan sendirinya. Kita hanya perlu berbuat baik pada siapapun. Dan yang terpenting, jangan sampai kita melupakan Allah. Jangan merasa sepi. La takhof, wala tahzan, innallaha ma’ana..Dia tak pernah meninggalkan kita. Maka jangan pula tinggalkannya.


oleh : RAFIKA TRIA

Senin, 17 Januari 2011

Seri, "Setan Merah" Berkuasa Lagi


LONDON, KOMPAS.com — Bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-74, Manchester United (MU) mampu bermain imbang 0-0 dengan Tottenham Hotspur pada pertandingan Premier League di White Hart Lane, Minggu (16/1/2011). Mereka pun mengoleksi 45 poin dan naik satu tingkat ke puncak klasemen, menggeser Manchester City yang kalah selisih gol saja.
Bermain sebagai tim tamu, MU mampu mengawali laga dengan sebuah serangan berujung tembakan dari Wayne Rooney, yang sayangnya melenceng dari sasaran.
Setelahnya, selama 15 menit, MU mengalami tekanan berat dari tuan rumah. Mengandalkan Gareth Bale, Aaron Lennon, dan Luka Modric, Tottenham mampu membombardir kotak penalti MU dengan umpan-umpan silang akurat.
Sayang, permainan apik lini tengah tidak diimbangi kualitas lini depan yang mumpuni. Peter Crouch yang bekerja sendirian kesulitan melepaskan diri dari kawalan Nemanja Vidic.
Hasilnya, selain eksekusi Crouch yang melenceng pada menit kesepuluh, Tottenham nyaris tidak menciptakan peluang berarti lain. Hal ini patut disayangkan mengingat mereka betul-betul mampu menyulitkan MU.
Baru pada menit ke-16, MU mulai bisa mengembangkan permainan dan perlahan memberikan tekanan kepada tuan rumah. Namun, sikap disiplin yang diperagakan barisan belakang Tottenham membuat usaha MU kerap kandas sebelum sempat melakukan eksekusi.
Di tengah kesulitan itu, Rooney nyaris membobol gawang Gomes pada menit ke-22. Memanfaatkan umpan Dimitar Berbatov, ia menembakkan bola secara akurat. Sayang, tembakan itu masih bisa dihentikan Gomes di luar garis gawang.
Permainan tidak banyak berubah setelah itu. Kedua kubu berusaha melakukan serangan, tetapi barisan bek kedua kubu bermain disiplin sehingga keduanya sulit menuntaskan serangan dengan eksekusi.
Setelah tak ada solusi sampai menit ke-40, Tottenham menurunkan tempo permainan dan memperbaiki penguasaan bola. Meski kemudian bisa mengurangi daya serang tim tamu, mereka gagal membuat gol, sampai peluit turun minum berbunyi.
Memasuki babak kedua, kedua kubu kembali menampilkan permainan terbuka, dengan tetap mampu menjaga fokus. Hasilnya, kedua kubu tetap rajin bertukar serangan, tetapi sulit menciptakan peluang berarti.
Di tengah kebuntuan itu, Tottenham mendapat keuntungan berupa kartu kuning kedua yang diterima bek MU, Rafael, setelah melanggar Benoit Assou-Ekotto pada menit ke-74. Mereka pun menambah daya gedor, seperti terlihat dari keputusan Harry Redknapp menarik gelandang Wilson Palacios dan memasukkan penyerang Jermaine Defoe pada menit ke-78.
Dengan dua penyerang, koordinasi lini serang Tottenham tampak lebih solid. Sayang, itu tidak diikuti oleh perbaikan penyelesaian akhir.
Di sisi lain, meski tertekan, MU mampu menjaga fokus. Meski mengalami penurunan daya gedor, mereka mampu menghindari gol tuan rumah. Skor 0-0 pun bertahan sampai akhir pertandingan.
Selama 90 menit, Tottenham menguasai bola sebanyak 56 persen dan melepaskan dua tembakan akurat dari 16 usaha. MU menciptakan empat tembakan akurat dari tujuh percobaan.
Susunan pemain: Tottenham: Gomes; Michael Dawson, William Gallas, Benoit Assou-Ekotto, Alan Hutton; Luka Modric, Wilson Palacios (Jermain Defoe 78), Rafael van der Vaart, Gareth Bale, Aaron Lennon; Peter Crouch MU: Edwin van der Sar; Nemanja Vidic, Rio Ferdinand, Patrice Evra, Rafael; Michael Carrick, Darren Fletcher, Ryan Giggs, Nani (Anderson  62); Wayne Rooney, Dimitar Berbatov (Javier Hernández 78) Wasit: Mike Dean


oleh : www.kompas.com

Minggu, 16 Januari 2011

BERUBAH BANGET WOY!!

Hey guys? Udah tau kan gua siapa haha. Gua sekolah di 222jhs heem~~ gua pengen ceritaa deh...

Pertama gue kenal dia semenjak gue kelas 7-5 awal"nya mah bertemen biasa ajalaah sama Ary , gue nisa dan cunuy ga begitu deketlah hehe.  Trus lama kelamaan kita kayanya deket banget sama Ary itu, trus kita ngusulin buat bikin persahabatan gitu tapi bukan geng lho! hehe. Kita bikin dengan nama De'Dreams girls *hahaseek apacobaa* tanggal 31 Januari 2008 itu tanggal persahabatan kita. Hem seruubanget deh kita kemana" pokoknya ber4 mulu. Sampe maen" kemana pun dulu mah sedikit bandel lah kelayapan mulu jaahelah masih kls 7 masa" puber HAHA .

Kamis, 13 Januari 2011

cinta dan meditasi

Bagaimana kita bisa mengubah pengalaman jatuh cinta menjadi meditasi?

cinta adalah jalan yang paling mudah. Dalam kehidupan manusia, cinta adalah pengalaman yang paling dekat dengan meditasi. Momen ketika kau jatuh cinta dengan seseorang, apa yang sesungguhnya terjadi? Apa yang mengalir di antara dua orang yang tengah jatuh cinta? Mereka melepas ego mereka--setidaknya untuk mereka berdua. Mereka menanggalkan kemunafikan serta topeng mereka. Mereka ingin terus bersama,hampir seperti satu jiwa di dalam dua tubuh. Itulah kerinduan yang ingin dirasakan oleh cinta.

Dan saat seperti itu adalah saat yang indah untuk mengubah cinta menjadi meditasi. Mungkin tidak ada orang yang pernah memberi tahu kepada pasangan yang tengah dilanda asmara tersebut. Faktanya, hal yag sebaliknya-lah yang disampaikan kepada mereka: bahwa cinta itu berlawanan dengan meditasi, jadi orang yang tengah jatuh cinta tidak akan pernah bisa menjadi seorang meditator.

Bagiku cinta adalah pengalaman mendasar yang akan membantumu untuk menjadi seorang meditator. Agama-agama di dunia ini telah melakukan pencegahan terhadap tumbuh kembangnya cinta, dan mereka melakukannya untuk satu alasan. Jika manusia bisa mentransformasi cinta mereka menjadi meditasi, maka para pemuka agama dan tempat-tempat ibadah tidak akan dibutuhkan lagi, dan manusia pun akan sepenuhnya merdeka. Tidak ada pemimpin agama yang dibutuhkan. Dan sekarang ini ada jutaan pemuka agama di dunia ini, seperti parasit yang menempel pada diri manusia.Dan pada umumnya mereka akan menyampaikan ajaran-ajaran yang keliru yang menentang cinta, dan mereka akan mengajarkan kepadamu tentang meditasi, tapi karena pengalaman dasar itu belum kau miliki...

CINTA ITU SEPERTI ketika kamu masuk ke kolam renang, perlahan-lahan kau menyelam lebih dalam kedalamnya Kemudian lantai kolam pun terbagi menjadi dua bagian, satu untuk yang belum bisa berenang, airnya hanya sampai lehermu saja, dan bagian kedua untuk mereka yang sudah bisa berenang.

Tapi bagi mereka yang ingin belajar berenang, mereka harus belajar di bagian yang lebih dangkal yang diperuntukkan bagi mereka yang belum bisa berenang. Mereka harus mempelajari seni renang di sana. Ketika mereka sudah mulai belajar maka perlahan-lahan meraka mulai berani memasuki wilayah kolam yang lebih dalam, karena bagi orang yang sudah mahir berenang kedalaman kolam tidaklah menjadi masalah, ia tetap bisa berada di permukaan air. Kedalam air mungkin mencapai seratus kaki dalamnya, atau lima ratus kaki, atau malah lima mil, tidaklah menjadi masalah bagi perenang yang sudah mahir. Kedalaman menjadi masalah hanya bagi yang belum bisa berenang. Lebih dari lima kaki, dia akan mati. Tetapi kolam renang itu satu adanya--entah itu dangkal atau dalam-- ia satu adanya. Dan pembatasnya ada hanya sampai kau mulai belajar berenang.

Bagiku seperti itulah cinta dan meditasi adanya. Cinta adalah wilayah yang lebih dangkal di sebuah kolam renang, bagi mereka yang belum memasuki wilayah meditasi. Tetapi cinta tetaplah tempat untuk mempelajari meditasi. Dan ia berada di kolam yang sama, airnya pun sama, dan merupakan fenomena pengalaman yang sama. Kau tidak bisa menyelam lebih dalam lagi karena kau telah dibuat takut bahkan untuk masuk kedalamnya sejak pertama. Bagian yang lebih dangkal pun sudah diharamkan, dan kau diperintahkan untuk langsung melompat ke area yang lebih dalam tanpa kemampuan sama sekali untuk berenang. Dan mereka telah merusak kehidupan cintamu dengan pengharaman dan mereka juga telah secara sengaja merusak kehidupan meditasimu dengan strategi sederhana: karena kau belum bisa berenang, maka kau tidak akan bisa menyelam lebih dalam. Dan kau tidak punya pengalaman akan keheningan, kedamaian, kebahagiaan mendalam, kilasan ekstase, sesuatu yang orgasmik--dan semua pengalaman inilah yang akan memberikan petunjuk kepadamu bahwa meditasi bukanlah mitos. Kau pernah mencicipinya. Ia adalah medan energi yang sama seperti cinta, kau hanya perlu menyelam lebih dalam lagi.

APA YANG SEBENARNYA TERJADI ketika sepasang anak manusia melangkah memasuki alam pengalaman orgasme? Apa yang sebenarnya terjadi? Setiap langkahnya mesti dipahami. Saat itu waktu pun berhenti. Untuk sesaat pendulumnya tidak bergerak, dan momen sesaat itu terasa seperti keabadian. Dua orang itu tidak lagi dua--untuk sesaat. Mereka melebur satu sama lain. Tidak ada gerak pikiran di dalam mind. Semuanya serasa kosong dan hening, dan dua hal inilah yang mesti diperdalam dalam pengalaman meditasi.

Dan ketika kamu telah mencicipi pengalaman-pengalaman itu, maka kau akan terkejut ketika mendapati bahwa pengalaman semacam itu tidak bergantung pada keberadaan orang lain. Sesuatu telah terjadi di dalam dirimu. Tetapi ia tidaklah tergantung pada sesautu selain dirimu. Kau bisa duduk dengan hening, jika kau bisa melakukan itu, dengan mengamati lintasan-lintasan pikiranmu, untuk menciptakan jeda, pemberhantian, dan tiba-tiba kau menyaksikan lagi waktu pun terhenti. Dan kini pengalam itu ada dalam kendalimu, bukan dalam kendali dorongan biologismu. Kau bisa terus membuat waktu terhenti selama yang kamu mau. Dan ketika kau telah memahami kunci rahasianya...Kuncinya adalah: ketiadaan pikiran, ketiadaan ego, ketiadaan ego--hanya kau apa adanya, murni.


Itulah mengapa aku tidak pernah bertentangan dengan cinta. Aku telah dikutuk sana-sini karena itu, alasannya sederhana, karena aku telah memotong akar sesungguhnya dari semua urusan dagang yang ada dalam semua agama yang ada di dunia.

Setiap agama menentangku. Profesi mereka bergantung pada pengharaman cinta dan pemujaan terhadap meditasi. Mereka tahu betul bahwa kau tidak akan mampu mengalami meditasi, dan mereka tahu bahwa cintamu telah diharamkan, ia adalah dosa. Kau tidak akan pernah mengalami pengalaman orgasmik, sehingga meditasi hanyalah tinggal filosofi semata, dan hidupmu tetap tanpa cinta, penuh dengan kemarahan, dendam dan siap meladak kapan saja dengan alasan apa saja. Karena alasan sederhana kemana energimu itu akan terarah?

Energimu itu bisa menjadi kedamaian, keheningan, kebahagiaan. Dan kau telah meghalangi aliran energimu itu. Energi yang tertekan itu akan berubah menjadi racun yang mematikan. Itulah mengapa orang-orang menjadi cepat marah, merasa gelisah, khawatir dan tegang. Alasannya sederhana bahwa mereka telah kehilangan sumber alami relaksasi.

Tidak ada binatang yang terlihat gelisah, khawatir atau marah-marah karena mereka tidak paham bahasa para pemuka agama. Mereka tidak pernah mendengarkan ajaran bahwa selibat itu adalah spiritual. Memang mereka tidak bisa mengalami pengalaman meditasi, tetapi keadaan mereka jauh lebih baik daripada manusia yang seharusnya bisa mencapai ketinggian pengalaman meditasi, tetapi justru kehilangan pengalaman sederhana orgasme biologis.

Pengalaman-pengalaman biologis tersebut adalah indikasi bagi kemungkinan serta potensi yang bisa kau capai.Dan lebih mudah untuk bereksperimen dengan sesuatu yang alami di awal dan kemudian mencoba sesuatu yang bersifat supernatural yang menjadi bagian dari pengalaman yang lebih tinggi.

Dan sekali kau tahu bagaimana menjadi hening, mengalami no-mind, mengalami alam tanpa jejak waktu, maka kau akan mengalami kebahagiaan orgasmik, yang tidak berhubungan dengan seks, pengalaman tersebut begitu murni, begitu innocent.

Seseorang yang telah mengalami kemurnian tersebut tidak akan membutuhkan seks lagi, seks tidaklah menjadi permasalah psikologis baginya. Tetapi juga tidak ada larangan baginya untuk menikmati seks. Ia tetap bisa menikmati seks, dan ia bisa menikmatinya lebih yang bisa dilakukan siapa pun, karena pengalaman orgasme yang ia alami akan langsung berubah menjadi pengalaman meditasi.

Setelah mengalami pengalaman orgasme meditatif--pengalaman kebahagiaan yang begitu luar biasa--orgasme seksualnya akan langsung terpicu menjadi pengalaman orgasme yang lebih dalam. Ia bisa menikamati seks lebih dalam. Tidak ada yang salah dedngan itu. Tidak ada keharusan, juga tidak ada larangan. Terserah dia.

ORGASME MEDITATIF akan menyerap energi seksualmu, karena kau memang tidak punya energi lain. Seluruh energi yang kau miliki adalah energi seks, dan pengalaman kebahagiaan yang sangat dalam itu akan menyerap seluruh energimu. Maka dari itu janganlah halangi aliran energimu itu, tidak perlu memaksa diri untuk menjadi selibat. Semuanya terserah padamu.

Jika kau ingin melakukan seks sekali-sekali, itu tidaklah masalah. Faktanya, mungkin seks yang sekali-sekali itulah yang seharusnya menjadi bagian hidup bagi setiap orang yang telah mencapai pencerahan, karena itu akan merubah keseluruhan pandangan dunia tentang seks. Tanpa itu, akan sangat sulit untuk berubah. Dan akan kita lihat bahkan seorang yang telah tercerahkan punmasih bisa menikmati seks. Tidak ada dosa-dosaan segala di dalamnya. Dan pemahaman ini akan menjembatani komunikasi antara mereka yang sudah cerah dengan mereka yang belum. Paling tidak pada satu titik, dua kelompok manusia ini bisa mengalami hal yang sama...

Cinta adalah bentuk alami meditasi. Dan meditasi adalah wujud supra-natural dari cinta.

oleh : rafika tria meiliana sari

Selasa, 11 Januari 2011

Calo Paspor Gayus Tertangkap



JAKARTA, KOMPAS.com — Polisi berhasil menangkap tersangka pembuatan paspor atas nama Sony Laksono yang diduga kuat digunakan Gayus H Tambunan untuk ke luar negeri. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Anton Bachrul Alam mengatakan, tersangka adalah seorang calo paspor berinisial A.
Tersangka ditangkap pada dua hari lalu di kawasan Jakarta Selatan. "Yang bersangkutan sedang diperiksa, saat ini di tahanan. Kami berharap ada perkembangan selanjutnya mengungkap kasus ini," kata Anton dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (11/1/2011).
Diduga, tersangka tidak bekerja sendirian dalam pembuatan paspor tersebut. Menurut penuturan Gayus Tambunan, dia mengeluarkan uang 100.000 dollar AS atau sekitar Rp 900 juta untuk pembuatan paspor. Adapun si A hanya menerima 2.500 dollar AS. "Sedangkan sisanya dibagi-bagi kepada yang diduga temen-teman sindikat," lanjut Anton.
Atas perbuatannya, kata Anton, tersangka A dapat dijerat Pasal 266 jo 55 dan 56 tentang pemalsuan dan turut serta dalam tindakan pemalsuan.
Kepala Bagian Penerangan Umum Kombes Boy Rafli Amar menambahkan, tersangka A berperan dalam membuat foto Sony Laksono yang mengenakan wig dan kacamata, yang ditempelkan di sebuah paspor asli.
"Yang saat ini ditahan oleh penyidik berperan sebagai pembuat foto yang diduga ditempelkan dalam buku paspor, yang diduga sementara ini buku paspor itu adalah asli," ungkap Boy.

sumber asli : kompas.com

Gunung Everest Mencair Secara Dramatis

Gunung Everest yang berubah secara dramatis
BEIJING - Asia Society telah merilis gambar yang menunjukkan menyusutnya gletser Gunung Everest secara dramatis sejak George Mallory memotret hampir 90 tahun lalu.

Fotografer dan pendaki gunung David Breashears, yang merupakan bagian dari proyek Glacier Research Imaging Project (GRIP), mengulang langkah yang sama yang dilakukan oleh tim Inggris pada tahun 1921 tersebut.

Breashears selain menggunakan foto hasil jepretan sendiri, juga membandingkan dengan karya milik fotografer dan pendaki gunung George Mallory L. Mereka ingin menunjukan keadaan Gunung Glester yang tepat.

Foto-foto menunjukkan penurunan mengejutkan pada jumlah es glasial sejak gambar pertama diambil. Sungai yang terlihat di foto menunjukkan, bahwa kian hari kian mengering dan membatu.

"Apa dunia memilih untuk melakukan tentang perubahan iklim akan menentukan nasib dari gletser ini," tanya Orville Schell, Arthur Ross Director of Asia Society Center, seperti yang dilansir Science Daily, Selasa (20/7/2010).

Himalaya adalah rumah bagi cadangan es terbesar di dunia selain kutub, dan meltwaters mereka sangat penting untuk ratusan jutaan orang yang ada di hilir.

(sumber : okezone.com)